Overview
Pohon kelapa merupakan lambang dari daerah tropis, yang bertumbuh di Hawaii, kepulauan Virgin, Florida Selatan, daerah Pasifik, dan negara tropis lainnya. Nama botani untuk pohon kelapa adalah Cocos nucifera. Pohon kelapa dewasa dapat mencapai ketinggian 50 sampai 80 kaki. Mahkota dari pohon kelapa terdiri dari helai daun halus yag panjangnya kurang lebih 15 sampai 17 kaki, membuat mahkotanya berbentuk bulat. Mahkota kelapa rentan terhadap hama dan beberapa penyakit seperti: kumbang daun kelapa, tungau kelapa, kuning daun yang mematikan atau Phytoplasma, pendarahan batang dan kekurangan nutrisi.
Kumbang Daun
Kumbang daun juga dikenal sebagai Brontispa longissima, coconut hispine beetle, coconut leaf hispid, dan Kumbang Daun Kelapa. Kumbang ini menyebabkan kerusakan yang besar pada keseluruhan pohon kelapa. Baik larva maupun kumbang dewasa menggerogoti jaringan halus dari daun muda, yang terletak di daerah rongga leher dari pohon kelapa. Hasil dari kegiatan mereka menyebabkan kematian/kekeringan pada daun, dan tanaman menjadi kerdil dan menghasilkan sedikit buah. Serbuan yang terus-menerus dan berlangsung lama dari kumbang ini akan berakhir pada kematian dari pohon kelapa yang terinfeksi tersebut. Insektisida dapat digunakan untuk mengontrol kumbang daun ini (penggunaan insektisida selama 3 sampai 4 bulan).
Tungau Kelapa
Tungau kelapa atau Eriophyes guerreronis merupakan mikroskopik, tungau putih. Kutu kecil ini memakan permukaan jaringan dari kelapa. Gangguan dari tungau ini menyebabkan: kerusakan dan mengecilnya ukuran kelapa, daging kelapa menjadi coklat, dan akhirnya jatuhnya buah kelapa.
Penyakit kuning yang berbahaya/mematikan
Penyakit ini juga dikenal dengan Phytoplasma, yang disebabkan oleh organisme bakteri. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya, yang menyebabkan kematian pada pohon kelapa. Pada kenyataannya, penyakit ini merupakan pembunuh utama dari tanaman kelapa. Pada tahun 1950 an penyakit ini membunuh 75% dari tanaman kelapa yang ada di Key West. Gejala-gejalanya meliputi: kelapa jatuh lebih awal, menghitamnya tangkai bunga baru, dan kemudian daun menjadi kuning. Penyakit ini dapat mematikan satu pohon kelapa dalam 3 sampai 6 bulan. Untuk menghindari hal ini, daerah yang terkena penyakit dapat ditanami kembali dengan tanaman kelapa yang resisten terhadap penyakit ini, seperti jenis: Malayan Dwarf.
Pendarahan pada Batang
Penyakit ini merupakan fungus soilborne (Chalara paradoxa) yang memasuki tanaman kelapa melalui luka atau lubang pada batang kelapa. Fungus ini menyebabkan rapuhnya batang. Gejala-gejala dari penyakit ini: noda hitam muncul dari titik dasar, (luka/lubang), cairan berwarna gelap keluar dari luka dan lubang juga dapat terbentuk terjadi dibawah luka atau titik dasar tersebut. Penting untuk menghindari terjadinya luka pada trunk tanaman kelapa, dan perhatikan gejala-gejala dari penyakit ini sehingga dapat diobati. Apabila penyakit masih pada tahap awal, maka pengobatan yang dilakukan adalah: mengeluarkan bagian yang lapuk/terkena penyakit, obati dengan fungisida, dan gunakan tar sebagai pelindung. Dasar pohon juga harus menerima aplikasi dari neem cake. Pada tahap yang sudah berbahaya/tingkat lanjut, tidak ada lagi pengobatan yang efektif.
Kekurangan Nutrisi
Tanaman kelapa dapat dengan mudah kekurangan boron, mangan, magnesium dan potassium. Kekurangan nutrisi-nutrisi ini dapat dilihat pada gejala-gejala yang terjadi sebagai berikut: tepi daun yang menguning, dan lambatnya pertumbuhan. Pemupukan foliar secara berkala diperlukan untuk mempertahankan kesehatan pohon.


Produksi 

