You are here: Home Daftar Kepustakaan Prosesing Kelapa

Pengolahan Kelapa - Minyak Kelapa

Email Cetak PDF
Indeks Artikel
Pengolahan Kelapa
Bungkil Kelapa
Kopra
Minyak Kelapa
Minyak Kelapa Virgin (VCO)
Semua Halaman


Minyak Kelapa

Minyak Kelapa adalah minyak nabati yang berasal dari daging buah kelapa tua baik dalam bentuk segar maupun daging kering (kopra). Proses untuk membuat minyak dari daging buah kelapa segar dikenal dengan proses basah (wet process), karena proses ini ditambahkan air untuk mengekstraksi.

Minyak kelapa merupakan senyawa netral, larut dalam pelarut minyak yang umumnya tidak larut dalam air. Minyak Kelapa adalah ester dari gliserol dengan berbagai asam monokarboksilat berantai lurus yang dikenal  asam lemak yang terbagi dalam asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh (Gazuini, 1993).

Menurut Buckle dkk (1984), sifat tidak larut dalam air disebabkan oleh adanya asam lemak berantai karbon panjang dan tidak adanya polar. Sedangkan maman dan Sherington (1994), minyak dan lemak tidak larut dalam air karena adanya substansi tertentu yang di mungkinkan terbentuknya campuran yang stabil antara lemak dan air.

Komponen utama penyusun minyak kelapa adalah asam lemak. Berdasarkan kandungan asam lemak, minyak kelapa di golongkan kedalam minyak asam larut karena kandungan asam larut lebih besar dibandingkan dengan asam lemak ketaren, 1986 Menurut Winarno, (1984), hidrolisis sangat mudah terjadi dalam lemak yang mengandung asam lemak rendah yaitu asam lemak dengan asam karbon kurang dari < C 14 seperti minyak kelapa. Minyak kelapa termasuk dalam golongan asam lemak rantai karbon sedang. Hidrolisis dapat menurunkan mutu/kualitas minyak. Pembuatan minyak kelapa dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara namun secara garis besar dapat dibedakan cara tradisional dan cara modern (pabrik). Beberapa cara pembuatan minyak kelapa secara tradisional antara lain:

1.    Minyak Entu
Pembuatan minyak entu di lakukan dengan cara sebagai berikut: buah kelapa yang sudah tua dikupas serabutnya, dibelah menjadi dua bagian, dan diambil daging buahnya. Daging buah tersebut kemudian di kukus sehingga masak kira-kira setengah jam, hasil pengukusan diperam suatu wadah yang tertutup rapat selama dua hari dua malam, di jemur selaam satu atau dua hari, diperas dengan menggunakan tangan atau alat pemeras lain hingga keluar minyaknya. Sisa parutan kelapa yang sudah diperas disebut entu.

2.    Minyak klentik
Pembuatan minyak klentik dilakukan dengan cara diambil daging buahnya: daging buah tersebut diparut dan diremas-remas dengan air untuk diambil santannya. Santan yang diperoleh di rebus sehingga seluruh kandungan airnya menguap, dan minyaknya berangsur-angsur timbul mengembang ke atas santan. Minyak di pisahkan dan dapat digunakan atau disimpan dalam botol yang bersih. Endapan yang terdapat di bawah minyak disebut blando atau ketis, berasa manis dan dapat digunakan sebagai lauk pauk.

3.    Minyak Bledigan
Ampas kelapa  (kelapa parut yang sudah diambil santannya) masih dapat dimanfaatkan untuk membuat minyak. Pembuatan minyak bledigan dilakukan dengan cara di injak-injak, dan dibiarkan selama beberapa bulan (3-4bulan). Bahan ini biasa gabar dan mempunyai kandungan minyak sekitar 5%. Setelah pemerahan, gabar diperas dengan alat pemeras dari kayu didapatkan bledigan.

4.    Minyak Batokan
Pembuatan minyak batokan dengan cara buah kelapa yang sudah tua di kupas kulitnya dan diambil daging buahnya : daging buah tersebut direndam dalam air selama dua hari dua malam, kemudian di parut dan diambil santannya, santan yang diperoleh direbus atau digoreng hingga keluar minyaknya, sisa santan yang berwarna kelabu selanjutnya dipres dengan menggunakan alat pemeras yang terbuat dari kayu hingga diperoleh minyak. Sisa pengepresan dinamakan ketak enak dimakan dan dapat digunakan sebagai lauk pauk.

Pembuatan minyak kelapa di pabrik dapat dilakukan beberapa cara yaitu:

1.    Kopra dicuci bersih, kemudian digiling sampai hancur. Kopra yang sudah hancur tersebut dibasahi dengan uap panas, dipanaskan dan akhirnya dipres dengan menggunakan alat hidrolisis dengan tekanan yang sangat tinggi. Dengan cara ini, dapat diperoleh rendaman minyak kelapa yang tinggi yakni sekitar 60%

2.    Kopra dicuci bersih digiling sampai hancur, dan dimasukkan kedalam mesin ekstraksi. Didalam mesin ini minyak diekstraksi dengan menggunakan bensin. Kemudian, minyak yang diperoleh didestilasi untuk memisahkan bensinnya, Dengan cara ini diperoleh rendaman minyak kelapa yang lebih tinggi sekitar 66%-70%




 

Links Utama

BIMP-EAGA Sulawesi Utara
Brunei Indonesia Malaysia Phillipine East Asia Growth Area North Sulawesi
KAPET Manado Bitung
Integrated Economic Development Zone Manado Bitung
Komunitas Kelapa Asia dan Pasifik (APCC)
Merupakan sebuah organisasi intra-pemerintahan yang terdiri dari 15 negara penghasil kelapa terbesar yang meliputi kurang lebih 90% dari produk kelapa dunia dan ekspor produk kelapa.

Kontak

Sekretaris Eksekutif BIMP-EAGA Sulawesi Utara
Manado, Sulawesi Utara Indonesia
+62(431)847212
Fax: +62(431)847213
This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Tentang Kami

Pusat Informasi Pasar Kelapa (PIPK-CMIC) adalah sebuah pelayanan online yang didedikasikan untuk menyediakan informasi dan sumber-sumber lain untuk sektor Perkelapaan di Sulawesi Utara, dengan tujuan utamanya yakni untuk meningkatkan produksi dan potensi pasar.