You are here: Home Berita Industri Ekspor Kelapa, Tidak Berjalan secara Maksimal

Ekspor Kelapa, Tidak Berjalan secara Maksimal

Email Cetak PDF

Source: TEMPO Magazine, TEMPOInteractive.com, Jakarta
Jumat, 09 April, 2010, 17:08 WIB

Walaupun mempunyai potensi yang besar, pasar ekspor untuk kelapa, khususnya ke China, belum diatur dengan baik oleh pemerintah. " China memerlukan air santan kelapa sebagai pengganti produk susu," dikatakan oleh ketua Forum Kelapa Indonesia, Poppy Dharsono, kemarin di Jakarta.

Poppy mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh tertinggal dari Pilipina dan Thailand untuk memasuki pasar China. Nilai ekspor Indonesia pada 2008 berada sampai pada US$ 944,185 juta dengan jumlah produksi sebanyak 16 miliar buah kelapa. Untuk saat ini,nilai ekspor negara Pilipina berjumlah US$1,493 miliar dengan produksi kelapa sebanyak 12 miliar kelapa.     

Amrizal Idroes, bagian Pengembangan Pasar dari APCC - Komunitas Kelapa Asia Pasifik,mengatakan bahwa kapasitas yang sebenarnya untuk industri pengembangan kelapa hanya 40% dari kapasitas yang telah dibangun oleh karena kesulitan dalam mendapatkan bahan mentah. Salah satu penyebabnya karena lokasi pabrik berada jauh dari sumber atau tempat bahan baku tersebut.

Walaupun demikian, banyak investoryang ingin memasuki usaha prosesing kelapa di Indonesia, termasuk Jerman. "Tetapi mereka tidak mengetahui kepada siapa harus bertanya mengenai hal ini," kata Amrizal. Menurut beliau, pemerintah harus secepatnya meningkatkan pengaturan dalam industri prosesing kelapa dan mensinkronkan peraturan-peraturan yang ada.

"Kita harus berada dalam satu payung mekanisme", kata Amrizal mengutip dari otoritas perkelapaan Pilipina.

Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun menyatakan bahwa rencana pemerintah Indonesia adalah untuk membuat program-program re-industrialisasi dalam semua sektor, termasuk industri perkelapaan. Kebijakan re-industrialisasi pada tahun 2010 - 2014 ditargetkan pada pertumbuhan yang solid dalam industri prosesing kelapa. " Hal ini merupakan salah satu kompetensi yang dipunyai Indonesia yang telah lama ditelantarkan", katanya.

 

 

Ramalan cuaca

Partly CloudyPartly Cloudy 31 oC
Humidity: 52%
Wind: S at 9 mph
Mon 73 - 93 oF » Mostly Sunny «
Tue 72 - 93 oF » Chance of Storm «
Wed 73 - 90 oF » Mostly Sunny «

Links Utama

BIMP-EAGA Sulawesi Utara
Brunei Indonesia Malaysia Phillipine East Asia Growth Area North Sulawesi
KAPET Manado Bitung
Integrated Economic Development Zone Manado Bitung
Komunitas Kelapa Asia dan Pasifik (APCC)
Merupakan sebuah organisasi intra-pemerintahan yang terdiri dari 15 negara penghasil kelapa terbesar yang meliputi kurang lebih 90% dari produk kelapa dunia dan ekspor produk kelapa.

Kontak

Sekretaris Eksekutif BIMP-EAGA Sulawesi Utara
Manado, Sulawesi Utara Indonesia
+62(431)847212
Fax: +62(431)847213
This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Tentang Kami

Pusat Informasi Pasar Kelapa (PIPK-CMIC) adalah sebuah pelayanan online yang didedikasikan untuk menyediakan informasi dan sumber-sumber lain untuk sektor Perkelapaan di Sulawesi Utara, dengan tujuan utamanya yakni untuk meningkatkan produksi dan potensi pasar.