Negara Filipina berencana untuk meningkatkan produksi kelapa dalam rangka memanfaatkan bertambahnya permintaan coco-biodiesel dan produk kelapa didunia. Jadi, penambahan sebanyak 13.8 juta bibit kelapa akan ditanam pada tahun ini dibawah Program Produktifitas Kelapa Nasional, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kelapa di negara tersebut.
Pada tahun 2011, sebanyak 3.11 juta bibit kelapa telah ditanam. Sebagian dari pohon kelapa yang ditanam akan dimanfaatkan untuk menghasilkan methyl ester kelapa(Coconut Methyl Ester - CME) atau coco-biodiesel.
Coco-biodiesel merupakan bahan bakar ringan yang tidak mengandung angka ganjil dari karbon atom,dan oleh karena itu dapat menguap lebih cepat dari disel. “Coco-diesel juga mempunyai 11 persen oksigen yang sangat membantu pembakaran.”
Menurut website dari Departemen Energi, menggunakan coco-biodiesel akan mendapatkan pembakaran yang lebih efisien, meningkatkan kekuatan mesin, jarak tempuh yang lebih panjang, dan mengurangi emisi.
Saat ini terdapat 12 penghasil CME biodiedel yang berakreditasi DOE, tapi hanya sembilan (9) yang secara komersial berproduksi per 2011. Total kapasitas dari sembilan pabrik CME adalah 392.6 juta liter melebihi permintaan CME dari 63 percent atau 144 juta liter pada tahun 2011 pada pencampuran dua persen.
Peningkatan produksi kelapa akan memberikan manfaat kepada 65 dari 79 provinsi yang ada di Filipina, yang merupakan daerah kelapa, dan 25 juta penduduk Filipina yang bergantung pada industri kelapa.
Pada PIBEC yang pertama yang dihadiri oleh pemain-pemain industri bioenergi lokal dan internasional yang terlibat dalam permintaan produksi bioenergi mentah, prosesing, dan dukungan logistik. (http://pia.gov.ph)
Sumber: Cocommunity, Vol.XLII No.2, 1 Februari 2012



