Dari APCC Cocommunity Newsletter, Desember 2011
China tetap menjadi pembeli utama dari produk sabut kelapa di pasar dunia. Untuk serat kelapa mentah, negara ini mengambil kurang lebih 64% dari total permintaan impor sebanyak 272,000 MT pada tahun 2010.
Permintaan impor China bertumbuh pada tingkat 25.5% per tahun selama periode tahun 2004-2010. Pada periode bulan January-August 2011, China telah mengimpor sekitar 39,644 ton kasur fiber/serat dari Sri Lanka. Hal ini kira-kira lebih dari 71% dari total ekspor dari Sri Lanka. Jenis lain dari produk sabut/fiber seperti sabut bulu,serat kepuntir dan empulur kelapa juga di impor China dalam jumlah besar dari Sri Lanka.
Sebuah peningkatan ekspor dari produk sabut dari Indonesia ke China, khususnya serat mentah, juga dicatat selama periode January sampai July 2011. Hampir semua bentuk ekspor dari Indonesia dalam bentuk serat mentah telah dijual ke China selama periode ini. Volumenya adalah 15,573 ton yang merupakan 97% dari total ekspor serat kelapa mentah. Serat dalam bentuk setengah jadi juga telah di impor dari Indonesia sebanyak 8,685 ton. Negara mendapatkan kira-kira US$8.02 juta dari perdagangan selama periode di atas.




