Manado, Sulawesi Utara (Berita ANTARA) –Provinsi Sulawesi Utara mengekspor 1,800 ton kopra ke Philippina awal bulan ini.
“Ekspor ke Philippina menghasilkan 1.44 US juta dolar, dan merupakan suatu kesempatan emas bagi para pengusaha/pengembang kelapa,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Rabu kemarin.
Ekspor ke Negara tersebut, kata Sanny, pada saat yang sama mengkonfimasikan posisi provinsi Sulut yang berpotensi besar sebagai pneghasil kopra di Asia Tenggara.
“Negara Philippina dikenal sebagai penghasil kelapa utama di kawasan Asia Tenggara, dan import yang dilakukan dari provinsi ini membuat daerah ini diperhitungkan.
Sanny menambahkan bahwa ekspor kopra ke Philippina sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru untuk provinsi ini, tetapi paling tidak telah mengkonfirmasikan daerah ini sebagai penghasil kopra dan dapat memenuhi kebutuhan Negara lain yang membutuhkannya.
Kopra, tambahnya, merupakan sumber pendapatan rakyat Sulawesi Utara yang penting dan terdapat lebih dari 10 jenis produk kelapa terpadu yang dihasilkan oleh petani lokal, termasuk kopra.
Kepala Divisi Perdagangan Luar Negeri – Dinas Perindustrian & Perdagangan provinsi Sulut, Hanny Wajong mengatakan bahwa ekspor kopra ke Philippina diperkirakan akan berkembang secara kuantitas, karena jumlah ini tidak termasuk pengiriman langsung dari petani di daerah Sangihe.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Kelapa Sulawesi Utara (Apeksu) telah meminta pemerintah lokal untuk mengintensifkan peremajaan kelapa untuk menghadapi peningkatan ekspor kelapa terpadu.
“Pemintaan pasar yang tinggi perlu untuk diimbangi dengan peningkatan produksi, diantara peremajaan lainnya,” kata Emil.
Sumber:
Manado Post, 14 Januari, 2011




